Sunday, July 11, 2010

PARADIGMA PEMIKIRAN



Pengetahuan yang didapatkan melalui panca indra atau pengalaman, kebenaran pengetahuan yang empiris tanpa memerlukan pemikiran, karena segala kebenaran empiris sesuai dengan realitas kehidupan. Pengetahuan empiris diraih berdasarkan beberapa fakta dan bukti informasi dari setiap kejadian.

Empiris tidak dapat diuraikan dengan kerja rasio, karena pola pengetahuan empiris memiliki kebenaran hanya dari cara kerja panca indra serta pengalaman yang dilakukan secara berulang sehingga memunculkan kebenaran yang bersifat empiris.



Pola pengetahuan yang diperoleh melalui ide, intuisi atau khayalan. Pengetahuan rasional digunakan untuk menjelaskan segala sesuatu kejadian, sehingga memiliki definisi secara detail, namun rasio hanya dapat memperkirakan bahwa fakta telah didefinisikan sesuai dengan kejadian, walau dalam akurasi kebenaran yang didapat belum memenuhi kelengkapan untuk menjelaskan sebuah realitas kehidupan.




Pengetahuan objektif didapatkan dengan cara menggabungkan antara rasional dengan empiris, sehingga kebenaran yang ada memiliki sebuah ketetapan pasti, kebenaran objektif memerlukan beberapa tahapan uji coba untuk mewujudkan kepastian akurasi dalam menentukan sebuah kebenaran dari setiap kejadian.



Pola pengetahuan yang memunculkan potensi pemikiran manusia, serta memiliki sebuah keinginan dominasi terhadap pesaing, namun pola pemikiran subjektif didapat melalui kerja rasio, pengalaman dan realitas kehidupan.

Pengetahuan yang dipahami oleh setiap manusia sebagai kebenaran individu, ukuran kebenaran subjek memiliki potensi untuk menguasai subjek yang diperkirakan lemah, sehingga keinginan dalam dominasi kebenaran subjek atau persamaan pola pemahaman secara bersama terjadi.

1 comment: